Entah mau di mulai dari mana,mau mulai juga dari mana.
Malam ini entah harus menjelaskan semuanya dari mana,entah tidak tau yang salah siapa.
Tapi Dia tau sebenarnya Dia yang salah.
Iya sangat salah.
Dia menangis setiap malam,entah itu karna Dia benar-benar udah ngerasa sakit atau karna hal lain.
Dia berusaha mengontrol semua yang ada.Tapi semuanya tak terkendalikan.
Berharap semuanya baik-baik sajah dan akhirnya Dia bisa mengembalikan semua perasaan dengan baik.
Hujan yang di temani secangkir kopi,kertas dan laptop.Berfikir dan menulis entah itu tentang apa.
Ternyata 30 menit kemudian,kertas itu masih kosong tanpa tinta.
Dan seketika melihat sebuah gambar,Dia tak sengaja mengeluarkan air mata kembali lagi.
Ternyata Dia tidak bisa menahan semuanya.
Terlalu lama 6 bulan menahan semuanya.Dan itu bukan waktu yang sebentar.
Dia yang selalu berfikir dari awal sebenarnya Dia yang salah.
Dia selalu berusaha menebus semua kesalahannya itu dengan beribu-ribu cara.
Tapi itu sebenarnya sudah lebih dari cukup.
But Dia yang selalu menganggap dirinya selalu salah.
Menangis,berteriak,diam,dan melihat cuman itu yang bisa Dia lakukan sekarang.
Dia merasa semuanya itu tidak adil,tidak adil karna Dia tidak bisa melakukan yang terbaik.
Dia selalu salah karna dari awal sebenarnya Dia sudah merasa dirinya sudah salah besar.
Dia merasa salahnya itu adalah karna DIA JAUH..
Beribu maaf telah Dia ucapkan.Maaf karna saya JAUH..
Dan Dia itu adalah SAYA..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar